Skip to main content

Posts

Mystus singaringan (Bleeker, 1846) a.k.a. Senggaringan

      Sebagian orang, akan mengatakan spesies ini adalah lele, patin ataupun keting, namun secara nasional, Mystus singaringan  dikenal sebagai senggaringan. Nama ini serupa nama lokalnya di beberapa tempat di Pulau Jawa, pastinya dengan variasi penyebutan yang khas di berbagai tempat tersebut. Sebagai contoh, spesies ini dikenal di kota-kota sekitar tempat penulis di Jawa Timur, sebagai 'garingan', 'kebo gerang' dan lain sebagainya, dengan kata dasar yang mirip-mirip dengan senggaringan. Nama ini, termasuk nama spesiesnya, penulis curigai betul memang disesuaikan dengan penyebutan ikan ini di Pulau Jawa, sebab deskripsi awal ikan inipun, menggunakan populasi di Barat Pulau Jawa. Jika disebut lele, ia memang masuk pada ordo Siluriformes, sebagaimana unggahan penulis terkait  Clarias batrachus  sebelumnya. Jika disebut patin, penulis kurang yakin dapat mencari pembenaran, namun keduanya, baik M. singaringan  dari keluarga Bagridae dan patin dari keluarg...

Clarias batrachus (Linnaeus, 1758) a.k.a. Lele Jawa

      Kesalahpahaman orang terhadap ikan lele, sangat merugikan bagi ekosistem liar. Indonesia memiliki banyak sekali spesies lele lokal, meski jika di Pulau Jawa, sebutan 'lele lokal' sudah semestinya merujuk pada spesies Clarias batrachus . Budidaya spesies ini masih sangat minim, dan dianggap tidak semenguntungkan spesies invasif dari genus yang sama, yaitu lele dumbo atau Clarias gariepinus  dari Afrika. Mari kenali spesies lokal kita lebih dekat secara ilmiah, sebab jika kita tak mengenalinya, maka salam lestari adalah omong kosong. Kita akan mulai dengan klasifikasi dasar dari C. batrachus , yang memiliki nama nasional 'lele jawa'. Klasifikasi Dasar Ordo:      Siluriformes (Lele) Keluarga:     Clariidae (Lele berpernapasan tambahan) Genus:     Clarias Spesies:     C. batrachus Ordo Siluriformes adalah ordo yang menaungi banyak ikan berkumis, meski tak semua ikan berkumis adalah anggotanya, namun secara singkat m...

Sejarah Pembentukan SOFS (P1)

    Saya Akhsan Fikrillah Paricahya S.Pi. M.Si., seorang yang tertarik dengan ikan sedari kecil. Sebagai pembuka, ketertarikan saya pada ikan telah muncul ketika masih di bangku Sekolah Dasar, dan kebetulan, tak jauh dari SD saya, ada pasar hewan terbesar di kota kelahiran saya, Malang. Seingat saya, sejak kelas 4 SD, saya mulai rutin ke pasar tersebut untuk melihat-lihat ikan, sering bertanya dan jarang membeli, sebab sebagian besar uang saku saya harus digunakan naik angkot pulang-pergi. Rumah saya berjarak sekitar 11 km dari SD, tidak mungkin saya jalan kaki tiap hari, meski sesekali saya berjalan dari terminal ke rumah untuk menghemat ongkos Rp. 1.500,-, jaraknya sekitar 2 km. Dari pasar tersebut, sebab jarang bisa membeli, jawaban-jawaban pedagang menjadi hal paling sering saya bawa pulang. Ketika telah masuk ke bangku Sekolah Menengah Pertama, saya bergabung dalam komunitas penghobi ikan, yang saat itu belum seramai sekarang. Saya mulai mengesampingkan ilmu lama saya dar...