Skip to main content

Navigasi Post Taksonomi

 

    Menikmati postingan hasil kawin silang antara kepenulisan ilmiah dan jurnalistik dalam blog Scientist of Fisheries Society (SOFS) ini, dapat begitu menyenangkan jika menggunakan navigasi yang baik. Laman ini berisi daftar isi yang lebih urut beserta link, dan juga glossarium atau catatan istilah dalam postingan SOFS. Pembaca dapat menggunakan laman ini sebagai pintu masuk dalam memahami perikanan lebih dalam, bersama para ilmuwan muda di SOFS. Postingan bisa jadi sangat acak, tergantung tim redaksi, dan dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menyempurnakan pembahasan dalam SOFS. Kolaborasi dan dukungan, sementara ini dapat disampaikan melalui founder sekaligus Pemimpin Redaksi di SOFS, Akhsan Fikrillah Paricahya, S.Pi., M.Si. dengan alamat email akhsanfp@gmail.com terlebih dahulu, kemudian dapat dilanjutkan melalui Whats App setelahnya.

Note:
Dalam daftar isi, akan ditemukan tanda kode "*utama", mengindikasikan bahwa post tersebut adalah post pertama dalam taksanya, sehingga memiliki pembahasan lebih kompleks dari sekedar tingkat spesies saja. Umumnya post ini akan menjadi rujukan bagi beberapa post lainnya.

Daftar Isi (Per 250313)

Ordo     Silluriformes
    Keluarga    Bagridae
            Genus     Mystus
                Spesies    M. singaringan (baca selengkapnya) *utama
    Keluarga    Clariidae
            Genus    Clarias
                Spesies    C. batrachus (baca selengkapnya) *utama    

Glossarium (Per 250313)

A

Adiposa, merupakan jaringan tubuh yang didominasi oleh adiposit. Adiposit dikenal juga sebagai liposit ataupun sel lemak. Jaringan adiposa pada ikan, umumnya dapat berbentuk sirip dan tutupan mata, dengan ciri bahwa struktur tersebut menyerupai kulit tebal tanpa tulang.

aff., merupakan singkatan dari 'species affinis', sinonim dari 'sp.' dan 'affin.'. Imbuhan ini dalam penyebutan nama ilmiah secara taksonomi, mengindikasikan bahwa organisme yang sedang dibicarakan tidak identik dengan suatu spesies, namun memiliki hubungan atau affinitas pada spesies terkait. Sebagai contoh adalah Clarias aff. batrachus, maka hal ini bermakna, bahwa organisme yang dimaksud memiliki keterkaitan dengan C. batrachus, namun tidak identik dengan spesies tersebut, berpotensi merupakan spesies lain. Singkatnya, kemungkinan organisme tersebut belum dapat diidentifikasi oleh si peneliti. Memiliki perbedaan format umum yang berbeda dengan 'sp.', namun lebih umum digunakan dibandingkan 'affin.' yang memiliki format umum serupa.

affin., merupakan singkatan dari 'species affinis', sinonim dari 'sp.' dan 'aff.'. Penjelasan lebih lanjut dapat melihat keterangan pada kata aff. sebelumnya. Penggunaan 'aff.' lebih umum di perikanan dalam format serupa, tidak berlaku pada format umum penggunaan 'sp.'.

Air Asin

Air Laut

Air Payau

Air Tawar

Airbreathing catfish

Akuakultur

Anabantoidei

Anemia

Ariidae

Artikel ilmiah

Atmosfir

B

Bagridae

Betik

Bias

Bilik brankial

Budidaya

C

Catfish

Caudal

Chlaros

Clarias

Clariidae

Cranial

Cupang

D

Daratan utama Asia Tenggara

Distribusi

Dorsal

Dunia lama

Duri sirip

Duri sirip dada

Duri sirip pektoral

Duri sirip punggung

E

Ekor

Encheloclarias

F

Famili

Frontal fontanelle

G

Genera

Genus

Gurame

H

Habitat

Holotipe

I

Identifikasi

Ilmiah

Indigenous

Individu rujukan

Indochina

Introduksi

Invasif

J

Jari-jari sirip

Jari-jari sirip anal

Jari-jari sirip bercabang

Jari-jari sirip bersegmen

Jari-jari sirip dorsal

Jari-jari sirip ekor

Jari-jari sirip lunak

Jari-jari sirip lunak mengeras

Jari-jari sirip kaudal

Jari-jari sirip keras

Jari-jari sirip perut

Jari-jari sirip punggung

Jari-jari sirip tidak bersegmen

Jari-jari sirip tidak bercabang

Jari-jari sirip ventral

K

Kaudal

Kekerabatan

Keluarga

Kemiripan

Kepala

Komoditas

Komoditas hias

Komoditas konsumsi

Kranial

L

Lele bagrid

Lele berpernapasan tambahan

Lele dumbo

Lele jawa

Lele patin

Lele pangasid

Lokal

M

Magur

Malnutrisi

Maturitas

Membran

Membran bilik brankial

Misidentifikasi

Moncong

Morfologi

N

Nama dagang

Nama global

Nama ilmiah

Nama latin

Nama lokal

Nama sinonim

Neotipe

Nomenklatur

O

Oksigen terlarut

Ordo

Organ

Organ dendritik

Organ labirin

Organ respirasi

P

Pangasid catfish

Pangasidae

Panjang cagak

Panjang standart

Panjang total

Patin

Payau

Pektoral

Pelvik

Penciri

Penyebaran

Pernapasan tambahan

Philippine catfish

Proporsional

Proses pencernaan

Proses pendengaran

Proses pernapasan

Punggung

Q

R

Respirasi

S

Salinitas

Sepat

Siluriformes

Silurus

Sinonim

Sirip adiposa, merupakan sirip tanpa pulang, terbentuk atas jaringan tubuh yang didominasi oleh adiposit. Adiposit dikenal juga sebagai liposit ataupun sel lemak.

Sirip anal

Sirip dada

Sirip dorsal

Sirip ekor

Sirip kaudal

Sirip panggung

Sirip pektoral

Sirip pelvik

Sirip perut

Sirip ventral

Sistem respirasi

SL (Standart Length)

sp., merupakan singkatan dari 'species affinis', sinonim dari 'aff.' dan 'affin.'. Penjelasan lebih lanjut dapat melihat keterangan pada kata aff. sebelumnya. Format umum penggunaan 'sp.' berbeda dengan format umum 'aff.' dan 'affin.', yaitu umumnya hanya menampilkan nama genus. Sebagai contoh, adalah Clarias sp., tanpa diikuti embel-embel lanjutan untuk spesies yang dirasa mendekati dengan organisme tersebut. keterangan 'sp.' merupakan bentuk tunggal, bentuk jamak yang serupa adalah 'spp.'.

spp., merupakan bentuk jamak dari 'sp.', untuk menunjukkan kelompok organisme yang terdiri lebih dari satu spesies, baik telah berhasil diidentifikasi maupun belum. Contoh penggunaan, ketika melakukan koleksi organisme, dalam satu sungai ditemukan Mystus sinngaringan, Mystus nigriceps dan Mystus gulio, maka dapat dikatakan Mystus spp. untuk mewakili seluruh spesies yang ditemukan. Umumnya digunakan untuk beberapa spesies dalam satu genus.

Spesies

Spesies asing

Spesies invasif

Spesies lokal

Subordo

T

Taksa

Taksonomi

Tengkorak

Tidak valid

TL (Total Length)

Tulang belakang

Tulang oksipital

U

V

Valid

Ventral

Vertebra

W

X

Y

Z

Comments

Popular posts from this blog

Clarias batrachus (Linnaeus, 1758) a.k.a. Lele Jawa

      Kesalahpahaman orang terhadap ikan lele, sangat merugikan bagi ekosistem liar. Indonesia memiliki banyak sekali spesies lele lokal, meski jika di Pulau Jawa, sebutan 'lele lokal' sudah semestinya merujuk pada spesies Clarias batrachus . Budidaya spesies ini masih sangat minim, dan dianggap tidak semenguntungkan spesies invasif dari genus yang sama, yaitu lele dumbo atau Clarias gariepinus  dari Afrika. Mari kenali spesies lokal kita lebih dekat secara ilmiah, sebab jika kita tak mengenalinya, maka salam lestari adalah omong kosong. Kita akan mulai dengan klasifikasi dasar dari C. batrachus , yang memiliki nama nasional 'lele jawa'. Klasifikasi Dasar Ordo:      Siluriformes (Lele) Keluarga:     Clariidae (Lele berpernapasan tambahan) Genus:     Clarias Spesies:     C. batrachus Ordo Siluriformes adalah ordo yang menaungi banyak ikan berkumis, meski tak semua ikan berkumis adalah anggotanya, namun secara singkat m...

Mystus singaringan (Bleeker, 1846) a.k.a. Senggaringan

      Sebagian orang, akan mengatakan spesies ini adalah lele, patin ataupun keting, namun secara nasional, Mystus singaringan  dikenal sebagai senggaringan. Nama ini serupa nama lokalnya di beberapa tempat di Pulau Jawa, pastinya dengan variasi penyebutan yang khas di berbagai tempat tersebut. Sebagai contoh, spesies ini dikenal di kota-kota sekitar tempat penulis di Jawa Timur, sebagai 'garingan', 'kebo gerang' dan lain sebagainya, dengan kata dasar yang mirip-mirip dengan senggaringan. Nama ini, termasuk nama spesiesnya, penulis curigai betul memang disesuaikan dengan penyebutan ikan ini di Pulau Jawa, sebab deskripsi awal ikan inipun, menggunakan populasi di Barat Pulau Jawa. Jika disebut lele, ia memang masuk pada ordo Siluriformes, sebagaimana unggahan penulis terkait  Clarias batrachus  sebelumnya. Jika disebut patin, penulis kurang yakin dapat mencari pembenaran, namun keduanya, baik M. singaringan  dari keluarga Bagridae dan patin dari keluarg...

Ordo Elopiformes (Bulan-bulan dan payus)

    Kebanyakan awam kemungkinan akan mengatakan anggota dalam ordo Elopiformes, sebagai ikan bandeng, terutama untuk keluarga Elopidae, yang juga dikenal di beberapa tempat sebagai ikan bandeng lanang. Sebagaimana asas yang harus dilumrahkan dalam perbincangan kita kedepan, bahwa kemiripan fisik tidak selalu mengantarkan kita pada kedekatan kekerabatan antar kelompok. Elopiformes membawahi setidaknya dua keluarga, yaitu keluarga Elopidae atau keluarga ikan payus, dan keluarga Megalopidae atau keluarga ikan bulan-bulan. Ordo ini terbilang kecil, dengan hanya menampung sekitar sembilan spesies di seluruh dunia, dan hanya sekitar tiga spesies yang ada di Indonesia. Dalam kasus ini, spesies dari Megalopidae adalah yang paling sedikit, hanya ada dua spesies di dunia, dan hanya satu spesies di Indonesia. Menariknya, meski mirip dengan bandeng, ordo Elopiformes termasuk dalam superordo Elopomorpha yang menaungi setidaknya tiga ordo lainnya, yaitu Albuliformes (bandeng celurut), Notac...